Thursday, April 23, 2026
HomekesehatanGERMAS DORONG PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING, DPR RI TEKANKAN PENTINGNYA PERAN MASYARAKAT

GERMAS DORONG PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING, DPR RI TEKANKAN PENTINGNYA PERAN MASYARAKAT

GERMAS DORONG PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING, DPR RI TEKANKAN PENTINGNYA PERAN MASYARAKAT

MEDIA KABARJABAR.NET – KABUPATEN BANDUNG – Upaya percepatan penurunan angka stunting terus digencarkan melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bertema Percepatan Penurunan Stunting yang digelar di Kampung Bedas, Kabupaten Bandung, pada hari Selasa. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes) Bandung menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari pemerintah, akademisi, hingga legislatif.

Acara diawali dengan registrasi peserta, pembukaan oleh MC Herlinda, penyanyian lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. Wakil Direktur I Poltekkes Bandung Dr. Elanda Fikri, SKM, M.Kes, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan stunting merupakan tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Poltekkes sebagai institusi pendidikan kesehatan memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menurunkan angka stunting, baik melalui edukasi kepada masyarakat maupun melalui penguatan kapasitas tenaga kesehatan,” ujarnya.

Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Bangkit Wahid Fauzi, SKM, menegaskan bahwa penanganan stunting harus dilakukan secara menyeluruh karena berkaitan dengan pola makan, sanitasi lingkungan, hingga kondisi sosial ekonomi keluarga.

Anggota DPR RI Komisi IX H. Asep Romy Romaya menyampaikan materi mengenai pentingnya penguatan program GERMAS sebagai strategi nasional dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Ia menjelaskan bahwa stunting bukan hanya masalah tinggi badan anak yang tidak sesuai usia, tetapi juga indikator kekurangan gizi kronis yang dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Anak yang mengalami stunting berpotensi memiliki kemampuan belajar yang lebih rendah serta berisiko mengalami berbagai penyakit kronis ketika dewasa. Oleh karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini,” jelasnya.

Menurut Asep Romy, kunci utama dalam percepatan penurunan stunting terletak pada penguatan intervensi pada 1000 hari pertama kehidupan, mulai dari masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Pada periode tersebut, asupan gizi yang cukup dan perawatan kesehatan yang baik sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Ia juga menyoroti pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat melalui GERMAS, yang menekankan konsumsi makanan bergizi seimbang, aktivitas fisik rutin, serta menjaga kebersihan lingkungan. “Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci utama. Tanpa keterlibatan masyarakat secara langsung, program penurunan stunting akan sulit mencapai hasil maksimal,” tegasnya.

Selain itu, ia mendorong optimalisasi peran posyandu dan kader kesehatan sebagai ujung tombak dalam memberikan edukasi mengenai gizi seimbang, kesehatan ibu hamil, serta pemantauan tumbuh kembang anak. Kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas strategi konkret pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan keluarga dan pencegahan stunting semakin meningkat, mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

Jurnalis: Irwan Draso | Editor: Herwan

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments