Wednesday, January 21, 2026
HomeEkonomiMantan Wartawan Pikiran Rakyat Jadi "Tukang Rongsok Ajaib" Cicalengka, Omset Capai Ratusan...

Mantan Wartawan Pikiran Rakyat Jadi “Tukang Rongsok Ajaib” Cicalengka, Omset Capai Ratusan Juta per Minggu

Mantan Wartawan Pikiran Rakyat Jadi “Tukang Rongsok Ajaib” Cicalengka, Omset Capai Ratusan Juta per Minggu

Media Kabarjabar.Net Kab Bandung– Kisah inspirasi usaha dari Robi (54), warga Cicalengka yang dulunya adalah karyawan Pikiran Rakyat, menjadi contoh bagi para pelaku bisnis baru. Setelah pensiun 15 tahun lalu, ia kini berhasil berdayakan masyarakat melalui usaha rongsokan (scrap) yang kini menghasilkan omset ratusan juta per minggu, bahkan mencapai 2 miliar per bulan.

Dalam wawancara khusus dengan Kabarjabar.Net pada Sabtu (17/1/2025) di tempat kerjanya, Robi menceritakan perjalanan usahanya yang tidak mudah. Setelah pensiun, uang pesangon beserta aset rumah dan mobil habis digunakan untuk kebutuhan keluarga sebelum ia menemukan jalan usaha yang tepat.

Usaha rongsokan yang kini digelutinya sejak 7 tahun silam awalnya dimulai dengan mendorong gerobak mencari rongsok di kampung-kampung. “Tidak mudah kang, mulai dari dorong gerobak untuk mencari rongsok di kampung cari rongsokan, dan saya pun tidak menyangka bisa jadi seperti sekarang ini,” ujarnya.

Perubahan besar datang ketika ia menemukan iklan lowongan kerja di Facebook untuk mencari rongsok dengan gerobak, yang kemudian menjadikannya bertemu dengan bos rongsok logam yang kini menjadi partner bisnisnya. Dari situ, Robi belajar dan melalui berbagai tantangan, mulai dari omset ratusan ribu per hari hingga jutaan per hari, hingga akhirnya dijuluki “tukang rongsok Ajaib ti Cicalengka” karena sering membawa barang bernilai tinggi untuk bosnya.

Dalam waktu tujuh tahun, usaha yang awalnya hanya beromset ratusan ribu per minggu kini tumbuh pesat. Rahasia suksesnya terletak pada prinsip bisnis yang ia terapkan: mengambil laba kecil namun dengan kuantitas banyak. “Lebih baik mencari laba yang kecil tetapi kuantitinya banyak, daripada laba besar kuantiti sedikit,” ucapnya.

Robi juga menekankan prinsip “bisnis itu harus siap rugi untuk untung”. Ia bahkan kadang membeli rongsok dengan harga lebih tinggi dari bosnya sendiri, namun pada akhirnya mendapatkan keuntungan karena banyak tukang rongsok, pengumpul, dan pengepul yang memilih menjual barangnya kepadanya. “Ada kekuatan emosi yang harus dibangun dengan sesama pelaku usaha rongsok, dan menjaga integritas itu penting untuk berbisnis,” tambahnya.

Jurnalis:Irwan Draso

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments