Friday, January 30, 2026
HomeInternasionalMBG Cibiru Menuai Masalah Mitra Menghindar,Siswa Ketinggalan Makan Negara Rugi

MBG Cibiru Menuai Masalah Mitra Menghindar,Siswa Ketinggalan Makan Negara Rugi

MBG Cibiru Menuai Masalah Mitra Menghindar,Siswa Ketinggalan Makan Negara Rugi

Kota Bandung,9 Desember 2025 // KABARJABAR.NET – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan AL-Kasyaf Bakti Mulya di Kelurahan Cipadung, Kota Bandung, menghadapi kegaduhan serius antara mitra ibu Pina Gartika, dan pihak pengelola. Masalah ini mengakibatkan konsekuensi nyata, termasuk SMP 5 Muslimin Cibiru yang tidak mendapatkan kiriman Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa selama satu hari.

Berbagai keluhan mendasar muncul, antara lain mitra menjual beras ke SPPG dengan harga Rp18.000 per kilo padahal seharusnya Rp13.000 per kilo sesuai standar dinas gizi. Selain itu, 10 kilo ayam yang merupakan bahan baku MBG dijual ke tukang seblak oleh seseorang. Pihak supplier ayam yang berinisial U menjelaskan, “Saya telah mengirimkan pesanan sesuai Purchase Order (PO) yaitu 1 kintal 80 kilo. Namun, pegawai SPPG yang dipercaya mitra, A dan D, menjual 8 kilo ayam dari sisa pesanan tersebut.” Narasumber juga menyampaikan bahwa kasus pencurian di dapur sering terjadi.

Kepala SPPG Cibiru, Muhammad Fajar, yang dikonfirmasi awak media pada Selasa (9 Desember 2025), membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa dapur telah disetop sementara. “Ini pelangaran berat dan pihak mitra bahkan tidak mau menghubungi saya,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi melalui telepon, Pina Gartika selaku mitra SPPG tidak mau mengangkat telepon dan malah memblok nomor awak media. Namun, narasumber menyampaikan alasan yang dikemukakan terkait penutupan dapur, antara lain pegawai tidak nyaman, banyak Dek kolektor yang menagih, sering terjadi pencurian, dan harga bahan tidak sesuai dengan Harga Eceran Terkini (HET) – Harga Eceran Tertinggi – yang ditetapkan.

Keempat sekolah yang menjadi penerima MBG juga mengajukan keluhan: SDN 168 Cipadung, SMP 5 Muslimin Cibiru, MI Nurul Huda, dan MI Mat Lahul Atfal. Mereka menyatakan bahwa insentif mulai tanggal 24 September sampai saat ini belum diberikan oleh mitra, padahal setiap sekolah berhak mendapatkan Rp600.000 per periode. “Sangat disayangkan, uang insentif sudah ada di rekening Pina Gartika tapi belum diterima oleh sekolah,” ungkap salah satu perwakilan sekolah.

Aswan, Anggota DPRD Kota Bandung Komisi 4 Fraksi Nasdem, yang dikonfirmasi awak media, menyampaikan, “Tadinya saya akan memfasilitasi duduk bersama, tapi Pina Gartika hanya menjanjikan dan tidak datang ke lokasi. Saat dihubungi, hp-nya juga tidak aktif.” Ia menambahkan, “Kalau tidak ada itikad baik dari Pina Gartika untuk bertemu, ini akan menjadi bola panas dan merugikan besar penerima manfaat serta negara. Jangan sampai program makan gizi gratis yang baik ini menjadi bancakan oknum dari pihak mitra.”

Sampai berita ini dimuat, Pina Gartika belum memberikan jawaban klarifikasi ke awak media. Pihak Yayasan AL-Kasyaf dan pengelola SPPG menyatakan, “Kami sedang berusaha mencari solusi. Harap pemerintah memanggil dan menyelesaikan masalah ini secepat mungkin, agar program MBG – yang merupakan program Presiden untuk anak bangsa – bisa kembali berjalan dengan baik dan insentif sekolah segera diterima sesuai haknya.”

Jurnalis: Irwan Draso

 

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments